KIPRAH EKS-DIGULIS AHMAD SJU’EIB GELAR MALIN PERMATO PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG SAMPAI PROKLAMI KEMERDEKAAN INDONESIA

  • Mario Dwi laksono UNiversitas Negeri Padang

Abstract

Ahmad Sju’eib gelar Malin Permato seorang tokoh eks-digulis yang berasal dari Sumatera Barat, dalam artikel ini akan membahas sebuah kajian biografi. Digulis adalah julukan bagi mereka kaum pergerakan yang pernah di buang ke Boven Digul, sebuah kamp pengasingan yang terdapat di pedalaman hutan Papua. Mereka mendapatkan hukuman ini dengan dijatuhi exorbitant rechten , sebuah hak istimewa gubernur jendral Hindia Belanda. Pada penelitian biografi ini penulis mencoba memaparkan dan menganalisis kehidupan seorang eks-digulis pada masa pendudukan Jepang sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan seorang guru agama yang ikut dalam pergerakan bersama Sarekat Rakyat di Batusangkar. Ia di buang di Boven Digul selama 10 tahun, sampai akhirnya kembali lagi ke kampong halamannya da ikut dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dimulai dari proses; heuristic, atau pengumpulan sumber; kemudian dilanjutkan proses kritik sumber dan intepretasi data; tahap terakhir adalah penulisan sejarah sehingga Biografi ini dapat diselesaikan. Penulisan Biografi ini diharapkan dapat menambah literasi dan pengetahuan masyarakat tentang kamp pembuangan Boven Digul, dimana Boven Digul memeliki tempat khusus dalam sejarah pergerakan bangsa sebagai tempat pembungan para Perintis Kemerdekaan Indonesia

Published
2018-10-30
How to Cite
LAKSONO, Mario Dwi. KIPRAH EKS-DIGULIS AHMAD SJU’EIB GELAR MALIN PERMATO PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG SAMPAI PROKLAMI KEMERDEKAAN INDONESIA. journal of RESIDU, [S.l.], v. 2, n. Issue 10, p. 45-58, oct. 2018. ISSN 2598-8131. Available at: <http://ojs.rc-institut.id/index.php/education/article/view/99>. Date accessed: 14 dec. 2018.